Selasa, 15 November 2011

KUSEN PINTU DAN JENDELA

Pintu sebagai keperluan sebagai jalan memasuki kedalam atau keluar ruangan sehingga memperlancar lalu lintas, sedangkan jendela sebagai lubang untuk pencahayaan alami pada siang hari dan untuk sirkulasi udara. Kedua hal utama dalam bangunan tersebut haruslah memiliki ukuran yang seimbang, serasi dan nyaman bagi penggunanya.



Selain itu pintu dan jendela ini pun harus seimbang dan serasi dengan keseluruhan bangunan baik itu dilihat dari ukuran maupun dari bentuknya. Untuk dapat keluar masuk ruangan dari suatu bangunan, diperlukan lubang/tembusan yang harus dengan mudah dapat dibuka dan ditutup yang dinamakan pintu. Untuk menambah masuknya cahaya siang hari dan udara segar pada ruangan, diperlukan jendela dan ventilasi. Jendela juga harus mudah dibuka dan ditutup.

Setiap bangunan rumah tempat tinggal akan selalu dilengkapi dengan pintu dan jendela dengan berbagai macam bentuk dan ukuran. Pintu yang di pasang sebagai lubang untuk keperluan memasuki suatu ruangan/ memperlancar lalu lintas orang. Sedangkan jendela dipasang untuk memenuhi keperluan akan pemasukan penerangan pada siang hari dan sirkulasi udara.

Ukuran-ukuran pintu harus disesuaikan dengan maksud dan tujuannya, serta bila dipandang secara keseluruhan bangunan nampak betul- betul serasi. Biasanya dalam kenyataan dilapangan pintu dibuat dengan berkisar 200 cm dan lebarnya kurang lebih 85 cm. Kebanyakan dalam bekerja daun pintu/jendela memutar keluar atau kedalam dan ada juga bergerak ke samping (menyerong). Untuk pintu garasi dan toko-toko menggunakan pintu gulung(rolling door)


Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan pintu maupun jendela adalah :
•Konstruksi daun pintu dan jendela harus dibuat kaku sehingga tidak akan mengalami perubahan bentuk seperti jajaran genjang.
•Daun pintu dan jendela yang memakai bingkai harus memiliki ukuran lebar dan tebal yang sesuai sehingga tidak melentur dikemudian hari
•Pada pemasangan pintu dan jendela, jangan sekali-kali ada celah lubang antara pertemuan kusen dengan daun pintu dan jendela.
•Untuk mencegah penyusutan atau pelenturan. Kayu yang digunakan harus memiliki mutu yang baik.

Daun Pintu dan Jendela.

A. Macam daun pintu dan jendela.

a)Daun pintu klam
1.Pintu klam terdiri dari deretan papan klam yang diperkuat dengan klam. Letak klam dapat horisontal, atau kombinasi horisontal dan diagonal.
2.Tebal papan klam 1,5 s/d 2 cm, lebar papan klam kurang dari 15 cm, bila terjadi penyusutan tidak menimbulkan celah lebar. Tebal klam 2,5 s/d 3 cm, lebar 12 s/d 15 cm.

b) Daun Jendela Klam
1. Memiliki dimensi sama seperti daun jendela pada umumnya.
2. Merupakan deretan papan klam dengan tebal 1-2 cm.
3. Diperkuat dengan klam tebal 2,5 - 3 cm , lebar 12 -15 cm.

c) Daun pintu panil
1. Ukuran panil menggunakan tebal papan 3 – 3,5 cm, kedalaman alur panil dibuat minimal 1cm, bila terjadi penyusutan kayu, daun pintu tidak akan bercelah.
2. Bentuk panil dapat dibuat bervariasi, seperti pada pintu klasik, panil dapat diberi hiasan bentuk profil.

d) Daun Jendela Panil
1. Jendela panil terdiri dari ambang atas, ambang bawah dan samping. Dimensi ambang 3,5 /10 cm.
2. Papan panil menggunakan tebal papan 1,5 – 2 cm.
3. Ambang bagian dalam dari jendela panil dapat diberi ornamen berupa bentuk profil.

e) Daun pintu krepyak
1. Krepyak berfungsi membantu pertukaran udara dalam ruang.
2. Tebal krepyak menggunakan papan tebal 1,5 – 2 cm.
3. Kemiringan krepyak membentuk sudut 45?, perhatikan cara penarikan krepyak bawah dengan krepyak atasnya.

f) Daun Jendela krepyak
1. Daun jendela krepyak memiliki fungsi sama dengan daun pintu krepyak, yaitu membantu sirkulasi udara dalam ruang dalam keadaan tertutup.
2. Penggunaan krepyak dapat menyeluruh, dapat juga dikombinasikan dengan panil. Ketebalan krepyak 1,5-2 cm.

g) Daun Pintu Kaca.
1. Ukuran kisi-kisi kaca 3 x 3 cm. Kisi-kisi menggunakan sambungan persilangan setengah takikan.
2. Tebal kaca : Daun pintu berkaca lebar seperti pada pintu gendong menggunakan tebal 5 mm, untuk daun pintu dengan kisi-kisi menggunakan tebal kaca 3 mm.

h) Daun Jendela Kaca
1. Daun jendela kaca dapat menggunakan kaca penuh, dapat juga menggunakan kisi-kisi.
2. Daun jendela kaca dapat juga dikombinasikan dengan panil kayu.
3. Kaca menggunakan tebal 3mm untuk jendela kaca berdaun lebar, atau jendela kaca mati, menggunakan kaca tebal 5 mm.

i) Daun Pintu kombinasi Panil Krepyak
1. Batas antara panil dan krepyak pada Ketinggian daun pintu dan jendela Kurang lebih ½ dari tinggi daun.Krepyak pada bagian atas dan bagian bawah panil kayu.
2. Bentuk ini dipakai pada daun pintu dan jendela rangkap/dobel.

j) Daun Jendela kombinasi Panil Krepyak.
1. Kombinasi ini dapat menyatu, dapat juga terpisah. Bagian atas menggunakan krepyak, bagian bawah menggunakan panil kayu.
2. Untuk yang menyatu menggunakan ambang tengah, sedangkan untuk yang terpisah masing- masing memiliki ambang atas dan bawah.

k) Daun Pintu Kombinasi Panil dan Kaca.
1. Panil kayu pada bagian bawah daun, Panil kaca pada bagian atas.
2. Panil kayu dan panil kaca dapat diberi kisi-kisi seperti pada pintu klasik.
3. Kisi-kisi untuk kaca menggunakan Kayu ukuran 3 x 3 cm.
4. Pada pintu rangkap, pertemuan dua daun pintu diberi penutup/ lat yang disebut hidung-hidung.

l) Daun Pintu Play wood.
1. Rangka bagian dalam menggunakan ram kayu 3/13 cm sebagai ambang datar dan ambang tegak. Sambungan menggunakan lubang dan pen.
2. Bagian dalam diberi bilah yang berfungsi menahan playwood supaya tidak cembung. Ukuran bilah 2x3 cm.
3. Cara menempelkan playwood tidak dipaku akan tetapi menggunakan lem kayu
m) Daun Pintu Lipat.
1. Daun pintu lipat biasanya dipergunakan untuk pintu garasi, pertokoan, gedung pertemuan dan sebagainya.
2 Karena pintunya sangat lebar, maka lebar daun dibuat kecil-kecil, agar beban engsel menjadi ringan dan daun mudah dilipat.
3 Hubungan daun satu dan yang lain menggunakan engsel. Kualitas engsel harus baik, terutama engsel yang paling tepi.
4. Lebar kusen maksimum 3 m, apabila lebih dari 3 m, daun pintu menjadi berat, engsel menjadi mudah rusak dan terjadi penurunan pada daun. Untuk lebar kusen lebih dari 3 m sebaiknya menggunakan daun pintu sorong (sliding door).

B. Lebar daun pintu
Lebar daun pintu disesuaikan dengan lebar kusennya. Untuk lebar kusen 0,60 – 1,00 m biasanya dibuat daun pintu tunggal, sehingga ukuran lebar daun = ukuran dalam lebar kusen ditambah 2 x ukuran kedalaman sponning yaitu antara 2 – 3 cm. Untuk lebar kusen pintu 1,20- 1,40 m biasanya daun pintu dibuat dobel. Sehinga ukuran lebar daun pintu = ½ x lebar dalam kusen + kedalaman sponning 1 s/d 1,5 cm. Untuk daun pintu lipat dan pintu sorong lebar daun ditentukan berdasarkan lebar kusen kemudian dibagi menjadi beberapa bagian yang sama, misal untuk lebar kusen 3,00 m, apabila jumlah daun ada 5 buah, maka masing–masing daun lebarnya = ( 300 + 2 ) cm : 5 = 60, 4 cm. Untuk kusen di atas lebar 3,00 m sudah harus menggunakan pintu sorong (sliding door).

C. Lebar daun jendela.
Lebar daun jendela ditentukan oleh lebar dalam kusennya. Untuk jendela tunggal lebar daun = lebar dalam kusen + 2 s/d 3 cm. Untuk jendela rangkap lebar daun = ½ x lebar kusen + 1 s/d 1,5 cm.

D. Macam daun pintu dan jendela menurut penggunaannya.
1). Untuk ruang tamu : daun pintu panil kayu, panil kaca, kombinasi kayu dan kaca, daun pintu krepyak.
2). Daun jendela biasanya menggunakan jendela kaca.
3). Untuk ruang tidur : daun pintu panil kayu, daun pintu play wood.
4). Daun jendela panil kaca, untuk keamanan dapat menggunakan daun jendela krepyak
5). Untuk gudang : daun pintu panil, pada rumah sederhana menggunakan
6). daun pintu klam., jendela menggunakan penerangan atas dan ventilasi.
7). Untuk kamar mandi/wc : Menggunakan pintu panil atau pintu klam, penerangan dan ventilasi atas.
8). Untuk gedung perkantoran ; menggunakan daun pintu panil atau daun pintu kaca lebar, jendela mengunakan kaca lebar , untuk keamanan kadang diperkuat dengan teralis besi.
9). Untuk bangunan sekolah, pada bangunan lama banyak menggunakan daun pintu panil kombinasi krepyak dan jendela krepyak, sekarang banyak menggunakan pintu panil atau panil kombinasi kaca.
10). Untuk jendela menggunakan daun jendela kaca.

E. Bagian-bagian utama pada konstruksi daun pintu dan jendela.
1. Setiap daun pintu dan jendela minimal memiliki 4 ambang yaitu dua ambang tegak dan dua ambang datar. Tebal ambang dibuat sama dengan lebar sponning daun antara 3 s/d 4 cm.
2. Untuk pintu panil biasanya diperkuat dengan ambang datar tengah.
3. Ambang datar bawah dibuat lebih besar dari ambang datar tengah dan atas dikarenakan ambang datar bawah menahan beban berat sendiri daun pintu.
4. Sambungan ambang datar dan ambang tegak menggunakan sambungan pen dan lubang yang diperkuat dengan spat pen. Tebal pen diambil 1/3 dari ukuran tebal ambang.
5. Fungsi spat pen adalah disamping untuk merapatkan sambungan, berfungsi juga untuk memperluas bidang patahan, mengingat daun pintu dan jendela merupakan konstruksi yang bergerak, tinggi spat pen dibuat ¼ x lebar ambang
6. Pertemuan bagian dalam ambang biasanya dibuat verstek dengan kemiringan sudut 450, yang berfungsi juga menjaga agar sambungan bagian dalam tetap rapat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar