Rabu, 30 November 2011

BAGIAN ATAP & MACAM ATAP

Bagian-Bagian Konstruksi Atap

a.Papan bubungan
b.Balok bubungan
c.Reng
d.Kaso-kaso
e.Gording
f.Klose
g.Kaki kuda-kuda
h.Tiang kuda-kuda
i.Balok sokong
j.Balok tarik
k.Balok pengunci
l.Balok tembok
m.Listpang

Macam-Macam Bentuk Atap

Pada suatu gambar denah untuk sebuah rumah tempat tinggal dapat direncanakan beberapabentuk atap yang sesai dan serasi.Faktor yang sangat menentukan dalam memilih bentuk atap rumah tinggal adalh hujan, panas, dan dingin. Bentuk atap harus mampu menahan derasnya air hujan, menahan sengatan matahari, dan menahan kuatnya dorongan angin. Di antara ketiga faktor penentu tersebut, faktor angin memiliki resiko yang paling besar.
Keserasian penutup atap merupakan juga keindahan ( estetika ) dan merupakan pula mahkota bangunan. Mengingat hal-hal tersebut di atas sebelum kita memilih bentuk yang cocok agar bangunan kita serasi, maka lebih dahulu kita haru mengenal bentuk-bentuk atap yang ada.

Berbagai macam bentuk atap itu adalah :
1.Atap datar (platdak), biasanya menggunakan beton bertulang yang dihitung tersendiri sesuai dengan bentangan dan tebal plat. Meskipun tipe ini dikatakan datar, namun permukaan atap selalu dibuat miring untuk menyalurkan air hujan kelubang talang.
2.Atap pelana (Zadeldak), terdiri dari dua bidang miring atap yang tepi atasnya bertemu pada satu garis lurus yang disebut bubungan. Tipe ini banyak digunakan untuk rumah sederhana dan banyak dijumpai di daerah pedesaan Bali, Jawa Barat, Jawa timur, dan Jawa Tengah.
3.Atap perisai (schildak), merupakan menyempurnaan dari bentuk atap pelana dengan menambahkan dua bidang atap miring yang membentuk segitiga pada ujung akhir atap bangunan.
4.Atap tenda (tentdak), biasa dipakai pada bangunan yang ukuran panjang dan lebarnya sama, ini berarti atap terdiri dari empat bidang atap dan empat jurai dengan bentuk, ukuran dan lereng yang sama yang bertemu pada satu titik tertinggi, yaitu pada tiang penggantung.
5.Atap runcing atau menara (terendak), serupa dengan bentuk atap tenda, akan tetapi kemiringan dari jurai lebih curam.
6.Atap kerucut (kegeldak) disebut juga atap limasan karena memiliki bentuk seperti limas, kemiringan atap ini sangat besar yaitu diatas 30 derajat. Bahan struktur dan penutup atap dibutuhkan cukup banyak. Pengerjaannya cukup lama dan rumit. Namun demikian, keindahan bentuk atap ini lebih baik dari model atap lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar